KEPASTIAN MASUK SORGA


t ( kematian ) terjadi pada anda ??


Jika anda meninggal dunia hari ini apakah anda yakin pasti masuk surga ?? 
Banyak orang yang ragu dan bingung untuk menjawabnya. Apapun jawaban yang anda berikan ada satu pertanyaan lagi yang lebih penting.



Jika anda meninggal dan Allah bertanya “ mengapa Aku harus mengijinkan engkau masuk Surga Ku ??
Apa jawaban anda…. 
Banyak orang akan mengatakan “ kalau kita rajin beribadah, tidak berbuat jahat, melakukan hal yang baik, mentaati ajaran agama tentunya dengan semua kebaikan itu kita berharap kita boleh masuk ke Surga Nya. Tetapi pernakah anda berpikir “ harus sebaik apakah kita, supaya kita layak masuk ke Surga Nya ? tentu harus sebaik – baiknya, persoalannya apakah kita sudah sebaik sesuai dengan tuntutan atau standar Allah untuk masuk Surga Nya ?



Nah inilah kabar terbaik yang anda perlu dengar !!
Beberapa saat yang anda gunakan untuk membaca tulisa ini akan menjadi waktu yang paling berarti yang pernah anda gunakan. Saya berharap anda membacanya dari awal sampai akhir tulisan ini maka anda akan mengerti tentang kepastian masuk Surga.



Surga atau hidup kekal adalah karunia Allah yang diberikan kepada kita secara Cuma – Cuma atau gratis !!
Itu seumpama Hadiah yang tidak layak kita peroleh. Diberikan secara Gratis tanpa harus membayar dengan apapun baik itu dengan Ibadah, perbuatan baik, amal, maupun pemahaman theoligi kita.
Surga atau hidup kekal juga tidak kita dapat karena usaha atau kita terima sebagai upah karena kita sudah melakukan sesuatu untuk Allah.
Allah berfirman “ Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri “
Meskipun merupakan hadiah, tetapi tidak berarti semua orang memperolehnya.
Apakah yang menghalangi kita menerima karunia ini ?? Dosa…
Semua manusia adalah orang berdosa termasuk didalamnya adalah diri kita. Menurut anda “ Apakah dosa itu ?? “
Dosa = Pelanggaran terhadap hukum – hukum Allah seperti : Membunuh, Zinah, kemarahan, tipu daya, pikiran jahat, nafsu, tidak melakukan kebaikan, bahkan tidak peduli akan Allah itupun dosa.
Dari beberapa contoh dosa diatas akan mengingatkan kita tentang banyaknya dosa yang telah kita perbuat dalam hidup ini.



Seandainya kita hanya melakukan 3 dosa sehari saja ( pikiran 1 dosa, dari perkataan 1 dosa, dan dari perbuatan 1 dosa ), ini berarti dalam 1 tahun sudah lebih dari 1000 dosa dan kalau kita diberi hidup 80 tahun berarti ada 80,000 dosa. Dengan dosa sebanyak itu mungkinkah kita layak masuk surga ??



Manusia yang berdosa tidak mungkin dapat menyelamatkan diri sendiri..
Mungkin kita berpikir harus berusaha berbuat baik ( beribadah, berdoa, dll ) supaya dapat masuk ke surga tapi… “ Harus sebaik apakah kita ?? “
Sedangkan kita tahu bahwa tuntutan Allah adalah sempurna..” apakah kita sudah sempurna seperti tuntutan Allah ?? “
Tidak mungkin kita menyajikan telur dadar dari 9 telur yang baik dengan satu telur busuk, meskipun hanya satu yang rusak, itu sudah mencemari semua yang baik.
Allah berfirman Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.
Demikian juga dihadapan Allah yang sempurna “ bahkan hanya dengan 1 dosa saja semua kebaikan kita sudah tercemar dan kita tidak layak masuk surga.
Jadi usaha manusia mustahil , maka harus ada cara yang berbeda…...



Mari kita melihat bagaimana cara Allah…
Menurut anda “ bagaimana sifat – sifat Allah itu ?? “
Banyak orang yang salah mengerti ada yang menggambarkan Allah seperti Kakek yang menekankan kasih tetapi mengabaikan keadilan ( yang berdosa akan diampuni terus ). Sebaliknya ada yang menggambarkan Allah seperti Polisi yang hanya menekankan keadilan tetapi tanpa kasih ( yang selalu menghukum tanpa mengampuni ).
Keduanya keliru, yang benar…



Allah itu Kasih sekaligus Adil
Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal tetapi Allah yang sama adalah Allah yang adil yang tidaklah sekali – kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman.
Apakah anda melihat sebuah dilema ??
Antara Allah yang kasih ( tidak ingin menghukum manusia berdosa ) dan Allah yang adil ( harus menghukum manusia yang berdosa ). Hukuman dosa ialah maut, neraka selamanya…
Bagaimana kasih dan keadila Allah bertemu ?? Ada sebuah kisah nyata. 
Shamila adalah pemimpin kaum revolusioner yang berusaha menggulingkan kaisar Rusia yang diktaktor. Suatu malam pengawal Shamila melaporkan bahwa ada yang mencuri makanan. Shamila naik pitam karena persiapan makanan mereka sangat terbatas. Maka diumumkan siapapun yang tertangkap basah mencuri makanan akan dicambuk 50 kali di muka umum. Tidak lama setelah itu, pengawalnya melaporkan bahwa pencuri itu sudah tertangkap. Namun ternyata pencuri itu tidak lain adalah ibu Shamila sendiri !
Shamila menghadapi dilema ! kalau dia mencambuki ibunya untuk menegakkan keadilannya, maka ibunya akan mati, namun kalau dia tidak menghukumnya karena kasih kepada ibunya, orang tidak akan mengakuinya sebagai pemimpin yang adil.
Shamila harus tetap menjalankan hukuman demi keadilan. Tetapi karena kasihnya dia melepaskan pakaiannya dan memerintakan pengawalnya untuk mencambuki dia sebagai pengganti ibunya.
Anda lihat, hanya dengan cara mengorbankan diri inilah keadilan shamila dapat ditegakkan dan sekaligus kasih kepada ibunya dibuktikan. Hukuman sudah dijalani, tetapi shamila sendirilah yang menjalaninya.
Demikian pula yang Allah lakukan “ Allah menunjukan kasih dan keadilanNya dengan cara mengorbankan DiriNya menjadi Manusia di dalam Yesus Kristus “ 
Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia ( kok bisa ?? tentu saja karena Ia adalah Allah yang berkuasa Ia bisa menjadi apa saja yang Ia inginkan termasuk menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus ).
Yesus datang dalam dunia hidup tanpa dosa ( sempurna ). Dan apa yang Yesus Kristus Lakukan ?? Yesus Kristus mengorbankan diriNya di salibkan untuk menjalani hukuman atas dosa kita ( hukuman yang seharus kita terima telah ditanggung oleh Yasus Kristus “ ingat kisah Shamila di atas ) .
Yesus Kristus mati, dikuburkan, dan bangkit pada hari ketiga, naik ke surga dan menyiapkan karunia hidup kekal / surga kepada kita dengan Cuma – Cuma.



Karunia hidup kekal ini dapat di terima dengan iman
Iman di ibaratkan kunci, ada banyak kunci tapi hanya ada satu kunci yang dapat membuka pintu, demikian dengan iman hanya satu iman yang dapat membuka pintu surga yaitu “ Iman yang menyelamatkan “
Iman yang menyelamatkan bukanlah :
1. Iman yang melompat dalam gekap, artinya kita percaya tanpa tahu apa dan siapa yang kita percaya, hanya ikut – ikutan.
2. Iman yang berdasarkan akal saja, yaitu tahu dan setuju pada fakta sejarah tentang Yesus Kristus, tapi secara pribadi tidak pernah mengandalkan Yesus untuk memperoleh hidup kekal.
3.Iman sementars, artinya percaya dan mengandalkan Yesus Kristus untuk hal – hal yang sementara, seperti : keuangan, keluarga, kesehatan dan kebutuhan jasmani lainnya. Semua itu memang baik dan anda harus percaya kepada Yesus untuk semuanya itu. Tapi ironisnya untuk memperoleh hidup yang kekal / surga kita justru tidak mengandalkan Yesus tapi mengandalkan usaha, kekuatan dan kebaikan kita sendiri
Semua iman yang demikian tidak menyelamatkan..
Iman yang menyelamatkan adalah mengenal, mengaku dan mengandalkan Yesus Kristus saja sebagai Tuhan dan juru selamat pribadi untuk memperoleh hidup kekal / surga.
Ada seorang pemain acrobat bernama Blondin yang biasa berjalan di atas kabel melintasi air terjun Niagara. Setelah beberapa lama, atraksi ini sudah tidak menarik lagi sehingga Blondin menghidupkannya kembali dengan berjalan melintasi kabel sambil mendorong sebuah kereta dorong bermuatan pasir. Ketika dia berhasil sampai di seberang, para penonton bersorak – sorai.
Managernya berseru kepada penonton, “ apakah saudara sekalian percaya Blondin dapat melintasi kabel ini kembali ke seberang dengan mendorong seorang di atas kereta ? “ penonton serentak berkata “ Ya percaya ! “
“ Baiklah “, kata sang manager “ Siapa yang bersedia naik ke dalam kereta itu ? “ Tidak ada seorang pun yang bersedia naik, padahal semua berkata percaya akan berhasil.
Akhirnya seorang anak kecil naik ke atas kereta dorong dan membiarkan dirinya didorong oleh Blondin menyeberangi Niagara dan selamat.
Semua orang berkata percaya Blondin bisa mendorong seseorang dengan selamat dan berhasil sampai ke seberang, tetapi hanya satu orang yang bersedia mempercayakan diri sepenuhnya kepada Blondin.
Jadi Iman yang benar dan menyelamatkan bukan hanya sekedar mempercayai Yesus Kristus di mulut atau menyetujuinya secara akal saja, tetapi menyerahkan diri kita sepenuhnya dipegang olehNya menuju hidup yang kekal atau surga.



APAKAH SEMUA INI DAPAT ANDA PAHAMI ??
Anda baru saja membaca sebuah kisak terbesar yang menceritakan tentang seorang pribadi terbesar yang pernah hidup yaitu Yesus Kristus yang mau memberikan tawaran terbesar kepada anda !!
Apakah anda mau menerima karunia hidup kekal atau surga ??
Jika ya, itu berarti anda harus :
1. Menerima Yesus Kristus sang pemberi hidup kekal itu.
2. Mengalihkan dari pengandalan diri kepada Yesus sebagai juru selamat.
3. Mengakui Yesus sebagai Tuhan dalam hati.
4. Bertobat dengan mentaati perintah dan kehendakNya



Nah jika ini yang anda kehendaki maka katakanlah kepada Allah dalam doa !
Tuhan Yesus Kristus saya mengaku berdosa dan tidak layak menerima hidup kekal. Ampuni semua dosa saya, hari ini saya mau menerima Yesus Kristus yang memberi hidup kekal dan tidak lagi mengandalkan usaha sendiri tetapi mengandalkan Yesus yang sudah berkorban di salib membayar lunas hutang dosa saya untuk memperoleh hidup kekal.
Masuklah dalam hati saya sebagai Tuhan yang berkuasa atas hidup saya. Saya mau bertobat dan menuruti perintah dan kehendak Mu dengan pertolongan Roh Kudus dalam nama Yesus Kristus.
Amin. 
Setelah anda berdoa inilah janji Allah yang tidak perna ingkar dan gagal pasti di tepati !!



Allah berfirman “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada Yesus Kristus, ia mempunyai hidup yang kekal “
Jaminan keselamatan kita bukanlah mengandalkan kesetiaan atau kekuatan kita yang rapuh dan mudah lelah untuk dapat terus menerus berpegangan pada tangan Allah. Tapi jaminannya adalah tangan Allah yang teguh tak pernah lelah, setia memegang tangan kita.
Allah berfirman “ dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku “. 




Selamat datang dalam keluarga Allah 



Allah berfirman “ Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya “.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer