Peluang Di Partai NasDem
1 – 7 Oktober 2012
Ferry Mursyidan Baldan | Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem
Merebaknya isu akan hengkangnya puluhan politisi dari sejumlah partai ke Partai Nasional Demokrat sempat mewarnai perdebatan para politisi Senayan akhir-akhir ini. Bahkan sejumlah tokoh politik berkomentar sinis dan menuding hal itu sebagai upaya pembajakan politisi.
Apalagi sebelumnya ketua umum partai yang baru dinyatakan lolos dari verifikasi partai politik peserta pemilu 2014 itu, sempat mewacanakan akan membiayai calon anggota legislatifnya.
Sesungguhnya bagaimana ide dan gagasan Partai Nasdem terkait pembiayaan dan rekrutmen calegnya. Lalu apa tanggapan partai tersebut terhadap sejumlah kritik atas ide itu. Berikut wawancara wartawan Prioritas Yudho Raharjo, Lukman Al Haries dan Nova Anggita dengan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem, Ferry Mursyidan Baldan, pada dua kesempatan terpisah Rabu pekan lalu dan akhir Juni lalu.
Ferry Mursyidan Baldan | Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem
Sebenarnya bagaimana polemik soal perpindahan 37 politisi partai lain bergabung dengan Nasdem, apa benar Nasdem membajak mereka?
Saya kira tidak, partai Nasdem itu tidak akan pernah membajak. Kalau itu, artinya kita yang pertama dianggap partai yang tidak mau bersusah payah, mau enak saja. Dan itu kita menjadi transaksional karena kita membeli. Kalau transfer klub di liga Inggris itu ada aturan mainnya, kalau ini kan tidak ada.
Jadi, menurut saya, pada hakekatnya tidak akan pernah melakukan itu. Masa ada orang yang mau dibajak dan politisi kelas apa yang mau dibajak. Itu menjadi hal yang keliru.
Tetapi, kewajiban Partai Nasdem, adalah membuat partai ini menarik. Kalau ada masyarakat kader dan anggota partai lain berminat, tidak boleh juga dilarang, yang tidak boleh itu kita menjerat mereka dan membajak mereka. Bahwa mereka tertarik kan tidak boleh kita larang, justru kita meningkatkan daya tarik. Jadi Nasdem tidak akan membajak politisi partai lain.
Bisa dijelaskan bagaimana awalnya Nasdem punya ide membiayai caleg?
Awalnya ketika sedang menyiapkan partai, terpikir apa sih yang sebetulnya mau kita lakukan sehingga ini menjadi sesuatu yang memberi perubahan. Salah satu pertanyaan Bang Surya, bagaimana proses demokrasi tidak inline dengan kesejahteraan.
Kedua, ada anggapan proses politik seolah-olah proses yang mahal dan hanya bisa diikuti orang-orang yang punya uang. Kenapa kita tidak bisa memunculkan figur-figur orang baik di dunia politik. Para pendiri negeri ini juga orang-orang biasa, ada yang naik sepeda, pakai jas sobek, tetapi dia punya reputasi bagus. Jadi bisa mengantarkan negeri ini mendunia.
Hal itu ada pada proses rekrutmennya. Titik awalnya itu proses rekrutmen. Jadi sistem berdemokrasi pasca amandemen baik pilpres, pilkada, maupun pileg disanalah titik perubahannya. Ada kewenangan luar biasa partai untuk memunculkan figur. Jika kewenangan besar itu direspon dengan melahirkan figur-figur yang katakanlah mumpuni, akan mampu memberikan harapan.
Tetapi dalam prakteknya terjadi proses yang mengelimir harapan-harapan itu. Ada kesan proses politik ini proses yang hanya bisa diikuti orang-orang yang punya kemampuan finansial. Jadi banyak orang tidak berani dan sama sekali tidak terpikir masuk ke dunia politik. Karena proses untuk jadi caleg dia kesankan harus bayar, jadi calon kepala daerah pun begitu. Banyak proses politik dalam rekrutmen penuh dengan suasana transaksional. Partai harus menjawab itu tidak benar.
Ide itu kita rumuskan dua hal. Pertama, bahwa siapapun orangnya, siapapun figur yang menjadi caleg diharapkan tidak boleh keluarkan satu rupiah pun untuk mendapatkan status itu. Posisi seseorang untuk jadi caleg dia tidak boleh membeli. Jadi ini bentuk kesungguhan kami dalam hal rekrutmen. Dari rekrutmen itu bisa jadi ditemukan caleg yang punya kemampuan finansial, ada caleg yang biasa-biasa saja, mungkin juga ada yang di bawah rata-rata. Bahwa ada caleg yang punya kemampuan finansial it is ok. Tapi ada orang yang biasa-biasa saja itu harus disupport. Ini ekspresi sikap tanggung jawab partai ketika dia merekrut calegnya.
Kedua, ketika dia harus kampanye, partai punya kewajiban membantu tidak boleh membiarkan. Itulah awal gagasan untuk mensupport. Karena ini mengawali sebuah gerakan perubahan. Tidak sekadar partai baru, tetapi cara baru berpartai.
Apa yang diharapkan partai dengan membiayai calegnya?
Ketika kita sudah rekrut dan support mereka, pada saatnya nanti ada hutang budi. Biarkan saja dia hutang budi bukan kepada partai, tetapi kepada visi partai. Apa visinya adalah memberikan sebuah perubahan. Pertama dia akan membuat kontrak politik kerja maksimal jika dia terpilih sebagai DPRD atau DPRRI.
Kedua, kontrak politiknya tidak bermain-main apalagi mengambil uang negara dalam proses APBN atau APBD. Kalau itu dilakukan, terindikasi saja langsung diminta mundur.
Kemarin sempat jadi polemik nominalnya?
Nominalnya itu okelah, itu sesuatu yang mungkin dalam komunikasi politik. Tetapi menurut saya, tentulah kita tidak melakukan hal seperti itu. Begitu kita katakan setiap caleg akan mendapat Rp 5 milliar yang saya bayangkan akan melahirkan mental-mental pedagang. Saya jadi caleg dibayar Rp 5 M, untuk saya jadi caleg saya bayar saja ketua partai Rp 1 M, masih ada untung Rp 4 M. Untuk kampanye Rp 1-2 M lah saya pakai, Rp 2 M nya saya simpan. Jadi artinya itu tidak menjawab yang diinginkan Nasdem. Anggap saja itu angka ilustrasi lah. Untuk konteks ada sedikit bombastislah.
Mekanismenya seperti apa?
Nanti proses rekrutmen caleg akan terbuka. Melihat jika ada orang yang ragu tetapi kita lihat dia pantas itu kita rekrut. Ada orang yang mengajukan diri, dia layak kita rekrut. Karena negeri ini harus dimulai dengan melakukan hal itu. Betapa banyaknya orang-orang yang memilki kelayakan tetapi dia terhambat oleh kesan seperti itu. Kita juga menseleksi beberapa orang yang mengajukan diri. Ada dari kita, kan keluarga besar Nasdem itu ada ormas, partai, garda pemuda, macam-macam lah.
Kita ingin menegaskan bahwa sesungguhnya peserta pemilu itu adalah partai. Dalam rangka itu partai merekrut orang-orang yang bagus sebagai nilai tambah. Jadi partai ini akan menyediakan misal sesuatu yang jadi atribut partai dalam bentuk kaos atau bendera. Atribut yang kita siapkan pun tidak berlebihan dan dalam jumlah yang pantas. Jika mereka ingin menambah sendiri silahkan, yang jelas kami juga menyiapkan. Selain itu kita juga menyiapkan untuk iklan partai, sebagai caleg mereka tinggal menambahkan saja.
Misalnya ada caleg domisili di Jakarta, dia bagus dan juga punya akses dan kapasitas yang dalam masa kampanye dia harus pulang pergi ke Kalimantan seminggu tiga kali. Dalam hal ini mungkin partai menyiapkan transport dan akomodasi. Kita tidak memberikan dalam fresh money, karena kalau kita memberikan fresh money akan rusak.
Darimana Nasdem mengumpukan dana untuk membiayai calegnya?
Kalau kita mengeluarkan angka lima atau sepuluh milyar itu akan menimbulkan tanya dari mana uangnya. Kalau kita sudah sampai titik kebutuhan finansial, kita tidak mau menyebutkan berapa. Karena pada tingkat tertentu ketika kita melakukan proses pemberian bantuan maka dasar kita menyediakan kebutuhan partai.
Untuk itu Bang Surya yang akan memimpin fundraising. Misalnya Surya Paloh menyumbang untuk Nasdem berapa, kemudian Media Grupnya, ada aturan mainnya dan diatur oleh UU. Fundraising berkorelasi dengan tingkat kepercayaan. Jika kita tidak melakukan sesuatu yang baru dan mengikuti proses berpartai yang biasa-biasa saja, itu tidak akan mendobrak ketidakpercayaan masyarakat.
Contohlah kepercayaan masyarakat seperti koin Prita dan koin KPK. Untuk itu ada keyakinan kita bahwa proses politik ini intinya ketika kita mampu menghadirkan sebuah kepercayaan. Ketika kita tidak melakukan sebuah hal yang tidak menimbulkan kepercayaan, kita akan sulit. Ketika partai itu tidak mau peduli bentuk-bentuk kepercayaan ini, mereka akan mengandalkan bentuk finansialnya kepada caleg. Maka mereka biasanya menentukan harga dari nomor yang diperolehnya.
Fenomena yang kita dapatkan menunjukkan kemajuan yang luar biasa dan menggugah. Banyak orang-orang yang masih mau mensupport, sampai ada beberapa daerah yang menyiapkan atribut kantor dan operasionalnya.
Kami melihat masih banyak masyarakat yang tidak pragmatis, karena kita mulai pada itu. Kalau kepercayaan ini kita langgar jangan harap bisa pulih kembali. Dan ini yang selalu kita jaga. Bayangkan saja Ormas kita dalam 10 bulan sudah hadir di 33 propinsi dan 167 kota/kabupaten.
Memberikan fasilitas itu menurunkan atau justru menaikkan popularitas partai?
Kita tidak berpikir ini dalam konteks untuk membangun citra. Tapi kita ingin memulai proses politik yang benar. Misalnya orang itu mempunyai potensi yang baik, lalu kita sudah mensupport dari awal tetapi dia tidak punya dana untuk kampanye, hal itu tentu bisa mengucilkan orang itu.
Ini merupakan kesungguhan pada rangkaian yang kita lakukan dalam partai, bahwa siapapun yang menjadi caleg tidak akan dibiarkan membayar satu rupiah pun. Hal yang ingin kita raih sebetulnya menumbuhkan kepercayaan kepada partai politik dan politisi.
Kalau kita boleh jujur untuk saat ini kalau ada survei profesi apa yang paling tidak bisa dipercaya itu adalah politisi. Kita juga mengajak teman- teman partai lain supaya tidak melihat kalau ide ini semata partai Nasdem ingin membangun citra. Saat ini hampir semua politisi ada dititik nadir. Kami ingin mengajak kepada teman-teman politisi untuk menyadari ada persoalan kolektif yang kita hadapi. Kalau ada masyarakat tidak percaya politisi dan partainya maka tidak ada partai politik yang bisa membebaskan diri.
Kami juga ingin mengajak teman-teman DPR membangun kepercayaan kepada masyarakat. Mudah-mudahan ini tidak hanya membangun subyektif partai Nasdem, tapi kita memikirkan ada beban secara kolektif yang harusnya juga disadari teman-teman partai lain dan para politisi.
Makanya saya merasa aneh kalau ada politisi dari patai lain yang memandang ini proses transaksional yang terlembagakan.
Adakah teman dari partai lain yang tertarik pindah ke partai Nasdem ketika mendengar ini?
Mereka banyak yang menanyakan kepada saya apakah pendanaan itu benar. Artinya mereka akui boleh juga. Jadi mau tidak mau ini merupakan langkah awal yang harus kita lakukan bersama-sama. Dengan adanya fundraising ini bisa menumbuhkan keyakinan, kita juga tahu ada aturan mainnya dan akan di audit. Berlebihan kalau ini dianggap sebagai sumber korupsi baru.

Komentar
Posting Komentar